KEDANG WALANGSAWAH 2011
"Walangsawah Leu Auq Ku..... Kemanapun Ku pergi kau selalu ku ingat. Kaulah tanah kelahiran yang terkubur kaboteq hidupku, Peusawah jadi saksi ketika aku keluar dari rahim Ibuku, Orolaleng Kunci kehidupan dikala kecil, kedang menjadi tumpuhan kaki tuk merangkak jadi dewasa sampai ku paham arti DUNIA"
kedang ,kedang, kedang..... itulah panggilan pertama ketika aku melihat pesona Uyelewun
LEUTUANKU
Leutuanku, pucuk bambu merunduk menyapaku
Aku melangkah pelan memasuki gerbang ITE MAREN
menaiki DOLU menuju bekas HUNA LELANG
pohon ITE sakral dengan susunan LAPAQ sembahan nenek moyangku
dari celah dedaunan gunung burung OAQ kurus dengan irama KWAKAKOU berulang menyapaku
Huhhh bau mayat..bauh itu datang lagi padaKu
DOLU dengan susunan batu tak rapi kukenang EBANG dan bale bambu yang luas
dibale bambu itu orang mati dibaringkan hingga bauh menyengat
aku diselimuti sepi menyayat hatiKu
sunyi dari bunyi UAR LAPAQ wanita tua meniti jagung
tiada asap api berkawan awan gunung membalut leutuanku, pilu dihatiKU
MATEN BITAN
(MELAYAT DI KAMPUNGKU)
Pakaian Baru berlapis,juga sepatu atau sandal menghiasi tubuh yang sudah tidak benafas
kerabatKu baru jadi jenazah, teriring tangisan pilu wanita disamping jenazah menangis nyanyian duka,menangis sambil bersyair
pelayat lain bersorak ria datang berbondong sambil berdendang melayat jenazah yang tidur terlentang
berduka sambil bergurau,melayat sambil berpesta
ketika jenazah keliat lahat, pelayat jadi tamu terhormat
duka cuma sesaat,pesta ria berlanjut,ahli bait Hutang melilit
PEUSAWAH JULI 2009
karya : H. Subang Olong
poeted : by Syahrul Merunghingan
YOGYAKARTA 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar